Home / Kehamilan / Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada Ibu Hamil – Saat wanita hamil, wanita akan membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak untuk kesehatan ibu dan janinnya. Khusus kebutuhan akan zat besi juga akan meningkat. Keluhan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 dapat mengurangi ketersediaan zat besi pada tubuh ibu hamil. Sedangkan kebutuhan zat besi pada ibu hamil trimester 3 untuk pertumbuhan dan perkembangan janin semakin besar. Zat besi dibutuhkan untuk meningkatkan sintesis haemoglobin. Jika pada masa ini ibu hamil memiliki kadar haemoglobin kurang dari 10 gr% terutama pada trimester I dan trimester ke III disebut menderita anemia pada ibu hamil.

Anemia pada Ibu HamilAnemia pada ibu hamil disebabkan karena meningkatnya jumlah kebutuhan zat besi guna pertumbuhan janin bayi yang dikandungnya dan jika sang ibu mengalami kondisi di bawah ini maka akan menyebabkan anemia, selain itu anemia saat hamil juga dapat disebabkan oleh adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi pada sang ibu yang diakibatkan oleh persalinan sebelumnya maupun menstruasi. Anemia pada saat kehamilan dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius bagi ibu hamil baik dalam kehamilan, persalinan dan nifas yaitu dapat mengakibatkan abortus, partus prematurus, partus lama karena inertia utein, pendarahan post partum karena atonia uteri, syok, infeksi intra partum maupun post partum. Anemia berat dengan haemoglobin kurang dari 4 gr% dapat mengakibatkan dekompensatio cordis. Sedangkan komplikasi dapat terjadi pada hasil konsepsi yaitu kematian mudigah, kematian perinatal, prematuritas dan cacat bawaan.

Gejala yang paling umum yang sering dirasakan penderita anemia saat hamil adalah wajah tampak pucat lemah, letih, mudah pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan dalam proses penyembuhan luka. Zat besi juga unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh, agar kita tidak mudah terserang penyakit. Wanita perlu memberi perhatian khusus pada anemia. Dimulai pada saat remaja mengalami haid di masa pubertas. Di fase ini sangat diperlukan zat gizi cukup seperti zat besi, vitamin A dan kalsium. Karena akibat menstruasi wanita harus kehilangan zat besi hingga dua kali jumlah yang dikeluarkan pria. Sehingga wanita sangat dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti ikan, daging, telur, susu, kacang-kacangan (tempe, tahu, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk) dan buah-buahan (jeruk, pisang, jambu biji). Perhatikan pula gizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur, terutama bagi yang berdiet.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP Socializer Aakash Web