Home / Kesehatan / Asma pada Anak

Asma pada Anak

Asma pada Anak – Asma merupakan penyakit kronis yang paling sering menyerang anak-anak. Namun demikian penyakit asma juga dapat menyerang siapa sajabai wanita maupun laki-laki dari berbagai kalangan usia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa dan lanjut usia. Saat ini berkembang di masyarakat bahwa asma sebagai penyakit keturunan, padahal itu tidak sepenuhnya benar. Namun pastinya penyakit asma merupakan penyakit keluarga yang diturunkan secara poligenik dan multifaktorial.

Asma pada anakSebenarnya asma tidak termasuk penyakit yang ganas dan mematikan seperti halnya sroke atau kanker yang menjadi momok bagi masyarakat. Asma tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan rontgen, scan dan tes darah, melainkan dapat diketahui dengan pemeriksaan bronkoskopi dengan melihat adanya penyempitan dan spirometri untuk memeriksa fungsi paru-paru. Untuk menekan asma sedini mungkin pada balita, jika anak yang lahir dari ibu yang menderita asma jika pada usia 1-2 tahun anak tersebut menderita radang kulit akibat alergi sebaiknya anak tersebut segera mendapatkan intervensi medis untuk mencega penyakit asma lebih lanjut. Radang kulit karena alergi merupakan perjalanan penyakit alergi yang kelak dapat memunculkan asma.

Berikut beberapa tanda dan gejala yang patut diwaspadai sebagai gejala asma pada anak yaitu :
1. Sering batuk yang terjadi saat bermain, tertawa atau di malam hari.
2. Sering kelelahan saat bermain.
3. Bernafas cepat, pendek dan berbunyi.
4. Perasaan tidak nyaman pada daerah dada.
5. Sering merasa tegang pada otot otot leher dan dada.
6. Sering merasa lelah.

Pada sebagian besar anak, asma dapat dikontrol dengan obat yang tepat. Dalam penanganan penyakit asma pada anak dikenal ada dua tipe obat yang digunakan pada anak-anak. Tipe obat pertama bertujuan untuk mengontrol asma dalam jangka panjang dan biasanya digunakan setiap hari untuk mencegah timbulnya serangan asma. Obat dalam kategori ini meliputi kortikosteroid inhaler, kromolin atau nedokromil inhaler, bronkhodilator kerja panjang, teofilin dan antagonis leukotrin. Tipe obat kedua adalah obat-obatan yang berguna untuk menyembuhkan secara cepat gejala asma yang timbul. Obat tersebut adalah bronkhodilator kerja singkat dan kortikosteroid sistemik. Ipratropium dapat digunakan bersama dengan bronkhodilator inhaler jika terjadi serangan asma atau gejala asma memburuk.

Berikut ini merupakan beberapa hal penting yang baik dilakukan bagi anak-anak yang rentan asma atau penderita asma :
1. Menciptakan rumah sehat, segar dan nyaman dengan membuat ventilasi memadai sehingga sirkulasi udara dan sinar matahari cukup
2. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi dan variasi
3. Menghindari terciptanya lingkungan yang berpotensi menjadi pencetus kekambuhan asma seperti debu.
4. Melindungi anak dari perubahan cuaca ekstrim yang dapat membuat asma kambuh misalnya cuaca dingin, aroma menyengat, ruangan kotor dan debu.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh (sistem kekebalan atau imunitas) pada anak

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP Socializer Aakash Web