Home / Materi Kimia SMA Kelas X / Hukum-hukum Dasar Kimia dan Penerapannya dalam Perhitungan Kimia

Hukum-hukum Dasar Kimia dan Penerapannya dalam Perhitungan Kimia

Hukum-hukum Dasar Kimia dan Penerapannya dalam Perhitungan Kimia – Hukum-hukum dasar kimia yang akan kita pelajari dalam bab ini ada 4 yaitu meliputi hukum Lavoiser, hukum Proust, hukum Dalton dan Gay Lussac. Berikut ini pembahasan dari masing-masing hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia :

1. Hukum Lavoiser ( hukum kekekalan massa)

Antoine Laurent Lavoiser telah menyelidiki massa zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoiser menimbang zat sebelum bereaksi kemudian menimbang hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama. Lavoiser menyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut Hukum kekekalan massa: “Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”.

2. Hukum Proust ( hukum perbandingan tetap)

Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan satu sifat penting dari senyawa yang disebut Hukum perbandingan tetap . Berdasarkan penelitian terhadap beberapa senyawa yang dilakukan, proust menyimpulkan bahwa perbandingan massa unsur- unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. Senyawa yang sama meskipun berasal dari daerah yang berbeda atau dibuat dengan cara- cara yang berbeda ternyata mempunyai komposisi yang sama.

3. Hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton)

Pada tahun 1803, John dalton mempublikasikan hasil penelitiannya dengan mengeluarkan pernyataan- pernyataan sebagai berikut:
“ Jika dua buah unsur dapat membentuk dua senyawa atau lebih maka perbandingan massa salah satu unsurnya dalam senyawa- senyawa tersebut yang bersenyawa dengan unsur lain yang sama banyaknya merupakan bilangan- bilangan yang bulat dan sederhana.”
Pernyataan di atas kemudian dikenal dengan hukum perbandingan berganda atau Hukum Dalton. Contoh:
1. Karbon dengan oksigen dapat membentuk dua jenis senyawa yaitu CO dan CO2. jika massa karbon dalam kedua senyawa itu sama ( berarti jumlah atom karbonnya sama), maka perbandingan massa oksigen dalam CO dan CO2 adalah 1 : 2 ( bulat dan sederhana).
2. Nitrogen dengan oksigen dapat membentuk berbagai jenis senyawa, dua diantaranya yaitu NO dan N2O5. jika massa nitrogn dalam kedua senyawa itu sama ( berarti jumlah atom nitrogennya dibuat sama, misalnya sama- sama dua), maka perbandingan massa oksigen dalam NO dan N2O5 adalah 2 : 3 ( bulat dan sederhana).

4. Hukum Gay Lussac ( hukum perbandingan volume)

Pada tahun 1808, Joseph gay Lussac dari Perancis melakukan percobaan terhadap sejumlah gas. Ia mengamati beberapa vplume gas hidrogen sebagai berikut:
1. Satu liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas klorin menghasilkan dua liter gas hidrogen klorida.
2. Dua liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas Oksigen menghasilkan dua liter gas uap air.
3. Tiga liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas nitrogen menghasilkan dua liter gas Amoniak.
Berdasarkan data percobaan ini Gay Lussac merumuskan hukum perbandingan volume yaitu: ” Pada suhu dan tekanan yang sama, volume ga- gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”
Kalimat ”bilangan bulat da sederhana” diatas tidak lain adalah koefisien masing- masing gas dalam persamaan reaksi.

Pada persamaan reaksi yang melibatkan gas, perbandingan volume gas- gas sama dengan perbandingan koefisiennya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP Socializer Aakash Web